Makalah Transmisi Daya Arus Searah



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan karunia yang diberikan-Nya sehingga kami bisa menyelesaikan makalah mengenai Transmisi Daya Arus Searah. Makalah ini disusun untuk menambah wawasan mahasiswa pada umumnya mengenai Transmisi Daya Arus Searah dan kami susun berdasarkan berbagai sumber yang kami peroleh guna memperdalam pengetahuan kami dalam mata kuliah Transmisi Daya Elektrik.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Hal itu tidak lain karena kami adalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari semua pihak demi tercapainya kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pihak pihak yang memerlukan.

Kendari,  April 2016

                                                                                                  Penulis







BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Pertumbuhan industri dan jumlah penduduk dunia menyebabkan kebutuhan daya listrik meningkat. Kebutuhan daya listrik tersebut dipenuhi dengan menambah pusat pembangkit listrik dan meningkatkan kapasitas transmisi daya listrik. Peningkatan kapasitas transmisi daya listrik dengan cara membangun saluran transmisi baru, tentunya membutuhkan biaya investasi yang tinggi dan menimbulkan masalah sosial yang sulit ditangani. Pertumbuhan beban industri yang didominasi beban induktif membutuhkan suplai daya reaktif yang cukup besar. Kebutuhan daya reaktif ini tentunya akan menurunkan available power yang dapat ditransmisikan ke beban. Oleh karena itu perlu dilakukan pengaturan aliran daya aktif dan reaktif pada saluran transmisi sehingga dicapai proses penyaluran daya yang efisien.
Dalam dunia kelistrikan, dikenal dua kategori arus listrik, yaitu arus bolak-balik (Alternating Current/AC) dan arus searah (Direct Current/DC). Oleh karena itu , berdsarkan jenis arus listrik yang mengalir di saluran transmisi, maka saluran transmisi terdiri dari transmisi AC dan Transmisi DC.
Berhubungan dengan keuntungan dan kerugiannya, dewasa ini saluran transmisi di dunia sebagian besar menggunakan saluran transmisi AC. Saluran transmisi DC baru dapat dianggap ekonomis jika jarak saluran udaranya antara 400km sampai 600km, atau untuk saluran bawah tanah dengan panjang 50km. hal itu disebabkan karena biaya peralatan pengubah dari AC ke DC dan sebaliknya (converter & inverter) masih sangat mahal, sehingga dari segi ekonomisnya saluran AC akan tetap menjadi primadona dari saluran transmisi.
1.2.       Rumusan Masalah 
a.    Bagaimana perkembangan transmisi daya arus searah ?
b.    Bagaimana Pemanfaatan transmisi daya arus searah ?
c.    Bagaimana keuntungan dan kerugian transmisi daya arus searah ?
1.3.       Tujuan
a.    Untuk mengetahui perkembangan transmisi daya arus searah.
b.    Untuk mengetahui pemanfaatan transmisi daya arus searah.
c.    Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian transmisi daya arus searah.




BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Perkembangan Transmisi Daya Arus Searah  (High Voltage Direct Current transmission)
Pemakaian High Voltage Direct Current transmission (HVDC) atau dalam istilah Bahasa Indonesia dikenal sebagai transmisi daya arus searah (TDAS) sebenarnya sudah dimulai sejak awal pertama kali listrik dikembangkan. Thomas Alva Edison berhasil membuat jaringan listrik berkapasitas 6 x 100kW untuk menyalakan 1200 bohlam lampu menggunakan arus searah pada tahun 1882. Walaupun pada perkembangannya, sistem dc yang dikembangkan Edison ternyata ‘kalah’ bersaing dengan sistem ac yang diusulkan oleh Westinghouse dan Tesla namun sistem dc ini telah menandai dimulainya era baru, era listrik. Lebih dari 70 tahun kemudian, sistem transmisi dc mulai dipakai kembali setelah ditemukannya tabungmercury-arc di akhir tahun 1920-an. Proyek HVDC komersil pertama kali berhasil dibangun tahun 1950 menggunakan kabel laut untuk menghubungkan Swedia dengan P. Gotland dengan kapasitas 20MW pada tegangan 100kV.
HVDC mulai dipakai kembali karena teknologi tabung/mercury-arc sudah mulai mapan sehingga konverter daya ac/dc atau dc/ac bisa dibuat, suatu hal yang tidak bisa dilakukan pada tahun 1880-an yang mengakibatkan sistem arus searah Edison kalah dari sistem arus bolak-balik Westinghouse. Teknologi tabung mercury-arc sendiri hanya bertahan sekitar 20 tahun sampai ditemukannya thyristor pada sekitar tahun 1970. Thyristor ini yang menjadi dasar perkembangan pesat dari teknologi HVDC karena bisa dibuat untuk keperluan daya besar, dibandingkan transistor/IGBT yang dengan teknologi saat ini memiliki kapasitas daya lebih kecil daripada thyristor. Satu dekade terakhir, perkembangan teknologi IGBT memungkinkan konverter untuk HVDC dibuat dengan menggunakan IGBT, walaupun kapasitas dayanya masih lebih kecil daripada sistem HVDC yang menggunakan konverter thyristor.
2.2. Pemanfaatan Transmisi Daya Arus Searah (HVDC)
Penggunaan sistem transmisi arus bolak-balik yang sudah menyeluruh memang memberikan keuntungan harga yang lebih kompetitif karena pasar dan produsen sudah sama-sama mapan, dibandingkan dengan transmisi HVDC yang masih relatif lebih sedikit pemakainya. Namun sistem HVDC akan dipandang lebih menguntungkan dibandingkan sistem ac pada beberapa aplikasi tertentu.
A.     Transmisi jarak jauh
Pada transmisi daya besar dengan jarak yang jauh, HVDC memberikan alternatif yang kompetitif secara ekonomi terhadap sistem transmisi arus bolak-balik Terlepas dari adanya tambahan rugi-rugi akibat penggunaan konverter dibandingkan pada sistem arus bolak-balik, rugi-rugi saluran pada transmisi HVDC bisa lebih kecil 30%-50% dari ekuivalen saluran arus bolak-balik pada jarak yang sama. Pada jarak yang sangat jauh, sistem transmisi arus bolak-balik membutuhkan gardu induk di tengah saluran dan juga kompensasi reaktif. Dibandingkan dengan transmisi arus searah yang tidak memerlukan gardu induk intermediet. Jarak tipikal yang dianggap pemakaian sistem HVDC akan menguntungkan secara ekonomis daripada transmisi arus searah adalah sekitar 500 km keatas.
B.     Penggunaan kabel
Pada kasus jika penggunaan kabel diperlukan, seperti pada transmisi yang melewati laut, atau transmisi yang dirancang bawah tanah, penggunaan HVDC memberikan keuntungan lebih secara ekonomis daripada penggunaan kabel arus bolak-balik. Permasalahan lain pada penggunaan kabel dengan sistem arus bolak-balik adalah penurunan kapasitas daya kabel karena jarak yang jauh akibat daya reaktif yang cukup tinggi. Ini dikarenakan karakteristik kabel yang memiliki kapasitansi yang lebih besar dan induktansi yang lebih kecil daripada ekuivalen konduktor udara.
C.     Interkoneksi frekuensi
Interkoneksi antara 2 area yang berbeda frekuensi hanya bisa dilakukan dengan menggunakan HVDC untuk menjamin kelangsungan operasi yang handal. Contohnya adalah gardu induk Shin-Shinano 600 MW yang menghubungkan Jepang bagian barat yang berfrekuensi 60 Hz dengan Jepang bagian timur yang berfrekuensi 50 Hz. Tidak hanya pada kasus seperti Shin-Shinano yang beda frekuensi operasi diantara dua terminalnya, beberapa kasus lain menggunakan konverter frekuensi HVDC untuk menghubungkan antara dua perusahaan listrik yang berbeda. Selain untuk pengaturan aliran daya, hal ini dimaksudkan untuk melindungi area perusahaan satu dari fluktuasi frekuensi di perusahaan tetangga disamping juga untuk mencegah menjalarnya gangguan akibat dari perusahaan tetangga.
2.3. Keuntungan dan Kerugian Transmisi Daya Arus Searah
A. Keuntungan Utama Transmisi Arus Searah
1.         Jika biaya yang besar untuk stasiun-stasiun converter tidak diperhitungkan, saluran-saluran udara dan kabel dc lebih murah dari pada saluran-saluran udara dan kabel-kabel ac. Jarak impas keduanya adalahsekitar 500 mil untuk saluran udara, (15 - 30 ) mil untuk kabel bawah laut,(30 - 60) mil untuk kabel bawah tanah.
2.         Kondisi rugi corona dan radio interferensi lebih baik pada saluran dc dibandingkan saluran ac.
3.         Faktor daya saluran dc selalu sama dengan satu (1), dan karenanya tidak dibutuhkan konpensasi daya reaktif.
4.         Karena tidak dibutuhkan operasi sinkron, maka panjang saluran tidakdibatasi oleh stabilitas, demikian juga daya dapat dikirim dengan kabel sampai pada jarak yang sangat jauh.
5.         Rugi saluran dc lebih kecil daripada saluran ac untuk saluran yang sebanding.
B. Kerugian Transmisi Arus Searah
1.         Converter menimbulkan arus dan tegangan harmonisa pada kedua sisi acdan dc, karena itudibutuhkan filter.
2.         Converter menkomsumsi daya reaktif.
3.         Stasiun-stasiun converter masih relatif mahal.
4.         Circuit Breaker (CB) dc mempunyai kerugian-kerugian dibanding CB ac,sebab arus dc tidak menurun ke titik 0 dua kali setiap siklus seperti padaarus ac.
5.         Tidak mudah menyadap daya pada titik sepanjang saluran dc, sehinggabiasanya merupakan sistem poit to point yang menghubungkan suatustasiun pembangkit besar ke suatu pusat konsumen daya yang besar,atau interkoneksi dua sistem ac yang terpisah.









BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
a.    Pada aplikasi tertentu transmisi HVDC memiliki keuntungan dibandingkan transmisi arus bolak-balik.










DAFTAR PUSTAKA

Share on Google Plus

About West Odhe

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar