Tugas PERENCANAAN
PEMBELAJARAN
(Perencanaan & pengelolaan
Kelas)
NAMA : GUSNAWATI
STAMBUK : A1C1 14 017
JURUSAN
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
HALU OLEO
KENDARI
PERENCANAAN
A. Konsep
Perencanaan Pembelajaran
1.1 Pengertian Perencanaan Pembelajaran
Beberapa
pengertian perencenaan menurut pendapat para ahli:
a. Herbert Simon, bahwa perencaan adalah sebuah proses pemecahan
masalah, yang bertujuan adanya solusi dalam suatu pilihan.
b. Gordon Rowland, bahwa perencanaan bukan hanya membantu untuk
mencipkan solusi tapi juga membantu untuk lebih memahami permasalahan itu
sendiri, jadi sebuah usulan lebih diutamakan di banding informasi awal. Proses
perencaanan menggiring kita untuk berfikir kembali atau merangkai masalah
kembali.
c. Terry, bahwa perencanaan menetapkan pekerjaan yang harus di
laksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang digariskan. Perencanaan
mencakup kegiatan pengambilan keputusan.
d. Zook, bahwa perencanaan adalah proses berfikir sistematis untuk
membantu pelajar memahami belajar.
Jadi, kesimpulan yang dapat
kita ambil dari pendapat para ahli diatas adalah bahwa perencanaan
merupakan suatu proses pemecahan masalah untuk mendapatkan
hasil yang lebih baik. Definisi lain mengena perencanaan pembelajaran adalah proses membantu guru secara sistematik
dan menganalisis kebutuhan pelajar dan menyusun kemungkinan yang berhubungan
dengan kebutuhan.
1.2 Konsep Perencanaan Pembelajaran
a.
Perencanaan
pengajaran sebagai teknologi
Adalah suatu perencanaan yang mendorong
penggunaan tekni-teknik yang dapat mengembangkan tingkah laku kognitif dan
teori konstruktif terhadap solusi dan problem-problem pengajaran.
b.
Perencanaan
pengajaran sebagai suatu system
Adalah sebuah susunan dari sumber-sumber dan prosedur-prosedur
untuk menggerakkan pembelajaran. Pengembangan sistem pengajaran mulai
proses yang sistematik selanjutnya
diimplementasikan dengan mengacu pada system perencanaan itu.
c. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah disiplin
Adalah cabang dari pengetahuan yang senantiasa memperhatikan
hasl-hasil penelitian dari teori tentang strategi pengajaran dan
implementasinya terhadap strategi tersebut.
d. Perencanaan pengajaran sebagai sains
Adalah mengkreasi secara
detail spesifikasi dari pengembangan, implementasi evakuasi, dan pemeliharaan
akan situasi maupun fasilitas pemebelajaran terhadap unit-unit yang luas maupun
yang lebih sempit dari materi pelajaran dengan segala tingkatan
kompleksitasnya.
e. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah proses
Adalah pengembangan
pengajaran secara sistematik yang digunakan secara khusus atas dasar
teori-teori pembelajaran dan pengajaran untuk menajamin kualitas pembelajaran.
Dalam perencanaan ini dilakukan analisis kebutuhn dari proses belajar dengan
alur yang sistematik untuk mencapai tujuan pembelajaran.Termasuk didalamnya
melakukan evaluasi terhadap materi pelajaran dan aktivitas pegajaran
f. Perencanaan pengajaran sebagai sebuah realitas
Adalah ide pengajaran
dikembangkan degan memberikn hubungan pengajaran dikembangkan dengan memberikan
hubungan pengajaran dari waktu ke waktu dalam suatu proses yang dikerjakan
perencana dengan mengecek secara cermat bahwa semua kegiatan telah sesuai
dengan tuntutan sains dan dilaksanakan secara sistematik.
1.3 Ciri- ciri Rencana Pembelajaran
a. Ilmiah
Keseluruhan materi baik fakta, konsep, prinsip, dan operasi
berikut kegiatan yang menjadi muatan dalam rencana pembelajaran harus terjamin
kebenarannya dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
b. Relevan
Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian materi
dalam rencana pembelajarann sesuai dengan tingkat perkembangan fisik,
intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
c. Sistematis
Komponen-komponen rencana pembelajarann saling berhubungan secara fungsional
dalam mencapai kompetensi.
d. Konsisten
Adanya hubungan yang konsisten antara kompetensi dasar, indikator, materi
pokok, sumber belajar, dan sistem penilaian.
e.
Memadai
Cakupan indikator, materi pokok, sumber belajar, dan sistem
penilaian
cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
f.
Aktual dan kontekstual
Cakupan indikator, materi pokok, sumber belajar, dan sistem
penilaian
memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir
dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.
g. Fleksibel
Keseluruhan komponen rencana pembelajarann dapat mengakomodasi
keragaman peserta didik, pendidik, dan dinamika perubahan yang
terjadi di sekolah, serta tuntutan masyarakat.
h. Menyeluruh
Komponen rencana
pembelajaran mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif,
psikomotorik).
1.4 Manfaat Perencanaan Pembelajaran
a. Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan
b. Sebagai alat untuk memecahkan masalah
c. Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur, baik unsur guru maupun unsur murid
d. Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pekrja, sehingga setiap
saat diketahui ketetapan dan kerlambatan kerja
B. Komponen-
komponen Menyusun Rencana
Pembelajaran Matematika
1.1 Tujuan Pembelajaran Matematika
Tujuan pembelajaran matematika merupakan komponen yang paling
penting di dalam rencana pembelajaran matematika, karena tujuan pembelajaran
matematika mendasari hampir semua komponen lain di dalam rencana pembelajaran
matematika.
Standar kompetensi matematika adalah standar
kemampuan yang harus dikuasai siswa untuk menunjukkan bahwa pengetahuan,
keterampilan, dan sikap sebagai hasil mempelajari matematika tertentu telah
dicapai. Sedangkan kompetensi dasar
adalah pengetahuan, keterampilan, dan sikap minimal yang harus dikuasai siswa
untuk menunjukkan bahwa siswa telah menguasai standar kompetensi yang telah
ditetapkan. Kompetensi dasar ini merupakan rincian daristandar kompetensi.

0 komentar:
Posting Komentar